
Surya mengatakan komunitas yang dikenal dengan pengajian
ini sebenarnya sudah ada sejak dua tahun lalu. Namun, tidak ada kegiatan yang mencolok karena seperti pengajian pada umumnya. "Awalnya kami menganggap ini pengajian biasa, meski tamu yang berdatangan semuanya dari luar Serang," ujarnya.
Tapi dalam dua bulan belakangan ini kegiatan di rumah nomor 07 yang di Gang Tower Pemancingan, Sayabulu, Serang itu semakin padat dan ramai. "Kegiatan meresahkan karena pendatang dari luar dan itu hampir setiap hari sampai pagi," kata Surya.
Menurut Surya, jamaah pengajian itu kadang membaca surat Yasin, Tahlilan diselingi mengobrol dan tertawa dengan suara yang keras. "Itu menganggu warga." Aisyah bersama keluarga dan pengikutnya menempati sebuah rumah berukuran sedang yang disulap menjadi Kerajaan Ubur ubur. Dalam rumah itu terpampang lukisan Nyi Roro Kidul yang dipercayai sebagai ratu pantai selatan dan skema struktur organisasi Kerajaan Ubur Ubur lengkap dari raja, kepala suku, dan jabatan lainnya.
Ferdy Ferdiansyah, 20 tahun warga yang tinggal bersebelahan dengan rumah Aisyah, tepat kegiatan Kerajaan Ubur Ubur, mengakui kegiatan mereka yang semakin intensif itu sangat menganggu. "Saya sangat terganggu karena cuma dibatasi tembok, jadi terdengar sekali ketika mereka bicara tertawa," kata Ferdy.
Menurut Ferdy, hampir setiap malam tetangganya itu kedatangan banyak tamu dari luar lingkungan perumahan itu. Mereka awalnya membaca Yasin, tahlilan. Tapi menjelang tengah malam mereka berteriak, bernyanyi dan berjoget. -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar