Berawal dari sebuah pencapaian menuju titik tertinggi. dimana proses menjadi bagian paling berkesan. kadang selalu berusaha untuk menghalangi saat akan mencapai titik tertinggi itu. karena rasa takut akan saat tercapainya cita itu maka proses akan mulai berhenti dan perlahan akan ditinggalkan, dilupakan, dibiarkan dan diabaikan. menyimpan proses itu terlalu lama juga tidak akan memberikan bahagia yg bisa selalu di capai. kadang proses itu sangat indah, terlalu indah untuk dilepaskan. sesekali proses itu mengatakan hal yang sebenarnya. yang paling di sayangkan saat proses itu menyimpan sesuatu. ketidak terbukaan akan menghasilkan kesalahpahaman yang berkelanjutan. menyebabkan satu masa dimana arah tak lagi menunjukkan utaranya. selalu menghindar dengan satu alasan yang dibuat seakan menjadi sebuah keadaan yang memang apa adanya. padahal hanya sebuah rekayasa skenario yang dibuat untuk menyibukkan diri agar ada alasan untuk menghindar dari sebuah pertemuan air dan api yang dulu sempat bersama untuk menyejukkan dan menghangakan satu dengan yang lainnya. lingkungan mulai bertanya kenapa proses begitu santai membuat hal seperti itu. begitu rendahkah jiwa itu sampai harus merasakan sakit dan perih yang begitu dalam. mencoba menyimpan janji untuk dilakukan nanti. apa kau punya waktu untuk sesabar itu. apa kau punya masa untuk sesemangat itu. dan apa kau bisa menerima keadaan sederhana ini. sampai kapan kau bisa mengakui dirimu tangguh saat kau mulai tak sadar sedang melupakan rasa sakit. sampai kapan kau masih menjudge dirimu rela berkorban saat semua beban kau pikul sendiri.
Takut, memang sifat alami yang lumrah dalam menghadapi satu kehilangan. Ingin tahu bukan berarti harus menguji setiap hal dengan satu rekayasa. Tekat yang kuat perlu dipertahankan untuk terus kokoh dalam satu keadaan. Optimis membuat semua hal yang direncanakan bisa mendekati sempurna. Semangat itu harus selalu dipupuk disetiap langkah agar tak ada batas yang dapat melunturkannya. Ukur kemampuan diri agar bisa mengevaluasi jiwa dan berubah kearah lebih baik. Harapan awal mengingatkan akan komitmen yang selalu dijaga. Empati pada lingkungan dapat membantu untuk mengontrol ego. Niat ikhlas selalu diperbaiki saat melihat dua arah yang harus dipilih. Dilema mungkin suatu saat akan menjadi salah satu halangannya. Realistis kuncinya, bukan fantasi yang penuh janji-janji palsu. Anganmu akan kau capai tapi jangan lupakan proses itu. Langkah berirama menyusuri jalan penuh harapan. Efek dari rasa menjadi masa yang indah. Visual yang selalu terbayang dalam benak itu. Ekspresi bahagia dari setiap insan yang bermimpi. Nilai akan nama yang penuh arti.
Kata terakhir dalam pertemuan untuk satu perpisahan hanyalah Maaf dan Terima Kasih disusul salam perpisahan Selamat Tinggal...
bagaimana jika kau pergi tanpa sempat mengucapkan hal itu. ragamu memang ada tapi jiwamu entah kemana. kau memang punya banyak waktu tapi tidak untuk kesempatan. satu hal yanng dibutuhkan yaitu momen. untuk melengkaapi waktu dan raga yang kau punya.
Selamat menikmati keharusan disenggang yang kau punya. saat ini yang bisa ku berikan hanyalah tabungan waktu untuk membayar sabar yang selalu dibeli penantian untuk menyusun keingin tahuan.
Maaf...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar